Aceh Utara - Deru mesin las dan dentang besi memecah ketenangan Desa Krueng Mbang, Kecamatan Geuredong Pase, Aceh Utara. Di antara rimbunnya perkebunan dan arus sungai yang meliuk, prajurit Kodim 0103/Aceh Utara bersama warga bahu-membahu memacu pembangunan Jembatan Perintis. Kehadiran jembatan ini menjadi secercah harapan baru untuk memerdekakan warga dari sulitnya mengangkut hasil ekonomi kawasan tersebut. Rabu (9 September 2026).
Di tengah teriknya matahari, Babinsa Koramil 27/Geuredong Pase, Serka Eko Supriyono, berdiri sigap di atas abutment beton. Matanya cermat mengawasi tiap percikan api dari pengelasan tiang pilon penahan bentangan. Kehadirannya di lapangan bukan sekadar mendampingi, melainkan memberi suntikan moral dan memastikan setiap detail konstruksi berdiri presisi serta aman.
Hingga hari ini, pengerjaan fisik jembatan berukuran panjang 106 meter dan lebar 1,2 meter tersebut telah mencapai progres 55 persen. Pondasi utama di kedua tepi sungai—berupa beton abutment kokoh berdimensi 2 x 3,5 x 3 meter—sudah berdiri tegak, siap menopang bentangan jembatan pada ketinggian 3 meter di atas aliran sungai.
Fokus pengerjaan kini memasuki fase paling krusial, yakni penyempurnaan pengelasan rangka baja tiang pilon dan penarikan tali kabel seling utama. Ketelitian serta ekstra tenaga dikerahkan oleh tim di lapangan, mengingat kabel seling inilah yang nantinya menjadi urat nadi kekuatan penahan beban jembatan.
Di sela-sela aktivitas peninjauan, Serka Eko Supriyono mengungkapkan rasa bangganya melihat semangat gotong royong yang tercipta. "Penarikan seling dan pengelasan pilon ini butuh ketelitian ekstra. Kami pastikan konstruksinya benar-benar kuat, sebab jembatan ini adalah urat nadi ekonomi warga agar penyeberangan hasil bumi tak lagi tertahan karena kendala sungai," ungkapnya penuh optimisme.
Rasa haru dan optimisme juga memancar kuat dari raut wajah warga yang turut membantu di lokasi. "Dulu kalau mau bawa hasil kebun keluar harus mutar jauh atau bertaruh dengan arus sungai. Sekarang lihat tiang pilon berdiri dan seling mulai ditarik, rasanya lega sekali. Terima kasih TNI, mimpi kami punya akses jalan yang layak sebentar lagi terwujud," ucap salah seorang warga setempat penuh rasa syukur.