Postingan

PERMABUDHI MAKASSAR MEMPERSEMBAHKAN LOUNCHING GERAKAN BIO BERKAH (UBAH SAMPAH JADI BERKAH)

Jurnalinti24news

 


Makassar — Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Kota Makassar resmi meluncurkan Gerakan Bio Berkah dengan tema “Ubah Sampah Jadi Berkah”, berlokasi  di Vihara Vimalakirti, Jalan Sungai Cenrana, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, pada hari minggu tanggal 26 Oktober 2025, pukul  13.00 wita

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan Sumarjo, S.Ag., M.M., Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Hj. Melinda Aksa, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Ketua yayasan Vihara Rudi, Camat Ujung Pandang.Lurah kelurahan Baru Andi Fajar, komunitas relawan lingkungan, pelajar, dan masyarakat umum.

Kegiatan ini merupakan langkah nyata Permabudhi dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan serta mengedukasi masyarakat, khususnya umat Buddha dan generasi muda, agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah berbasis bioteknologi.

Program Bio Berkah menghadirkan konsep pengolahan sampah organik menjadi kompos dan bahan bermanfaat melalui metode biopori, yaitu lubang resapan yang membantu mempercepat proses penguraian sampah organik sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem tanah.

Selain peluncuran gerakan, kegiatan ini juga di isi dengan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pipa biopori, yang memberikan edukasi langsung kepada peserta mengenai teknik pengelolaan sampah organik yang sederhana, efektif, dan ramah lingkungan.

Ketua Permabudhi Makassar Suzanna, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa gerakan ini sejalan dengan semangat Eco Dhamma, karena gerakan nasional umat Buddha untuk menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.
“Sampah bukan sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat diolah menjadi sumber berkah dan manfaat bagi kehidupan. Melalui Bio Berkah, kita belajar menerapkan ajaran cinta kasih (metta) dan belas kasih (karuṇā) dalam bentuk nyata, yaitu menjaga bumi agar tetap lestari,” Ucapnya

Pemanfaatan lubang biopori adalah langkah sederhana namun bermakna , mengembalikan keseimbangan tanah, mengurangi genangan air,dan menghasilkan Pupuk alami yang bermanfaat bagi kehidupan, inilah praktik nyata dari mettta (Cinta kasih) Dan karuna (belas kasih) yang diterapkan dalam konteks pelestarian bumi,menjaga bumi berarti menjaga kehidupan

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, S.H.dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Bio Berkah sebagai contoh kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
“Persoalan sampah bukan hanya urusan kebersihan, tetapi juga keseimbangan ekosistem. Jika pengelolaan sampah dilakukan dari rumah tangga, maka persoalan lingkungan bisa kita selesaikan dari akar,” Ungkap Munafri.

Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di tingkat RT dan RW, termasuk penerapan biopori komunal, pengembangan urban farming, serta peningkatan kapasitas bank sampah.
“Mulai tahun 2027, kami akan memberikan penghargaan kepada rumah tangga yang mampu mengelola sampahnya dengan baik. Ini bagian dari upaya kami menjadikan Makassar sebagai kota yang bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan lingkungan,” Imbuhnya

Gerakan Bio Berkah Permabudhi Makassar diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas dan lembaga keagamaan lainnya untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui semangat Eco Dhamma, kegiatan ini menjadi wujud nyata dari nilai-nilai kebajikan yang menumbuhkan kebahagiaan bagi manusia dan alam semesta.

Liputan : Mhi LiNa, SE