Makassar — Anggota Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj. Haslinda, S.Sos., M.Si., melaksanakan kegiatan Reses dan Temu Konstituen Masa Persidangan I Tahun 2025–2026 di Jl. Swadaya Mas No. 45, RT 03/RW 03, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada hari jumat, tanggal 24 Oktober 2025, pukul 16.00 Wita.
Di hadiri oleh Lurah Batua, Taufik, S.A.P, Babinsa Batua Raya Salman dan Binmas Rusli, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta Tim Sukses
Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban dan dialogis, di mana warga diberi kesempatan untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan, usulan, dan aspirasi
Dalam sambutannya, Hj. Haslinda mengatakan bahwa reses merupakan amanah undang-undang dan menjadi sarana penting bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
“Reses ini adalah momen bagi kami turun langsung ke masyarakat, mendengar aspirasi, keluhan, dan harapan warga agar bisa kami perjuangkan di tingkat provinsi. Kami bukan pelaksana kebijakan, tetapi penyambung lidah rakyat yang akan menyuarakan semua masukan ini kepada pihak eksekutif,” Ungkap Hj. Haslinda.
Memperkenalkan aplikasi Lontara Plus, dimana program resmi Pemerintah Kota Makassar yang dapat digunakan warga untuk menyampaikan keluhan dan laporan pelayanan publik secara cepat dan transparan.
“Melalui aplikasi ini, bapak-ibu bisa melaporkan permasalahan seperti sampah, drainase, atau fasilitas umum dengan mudah. Cukup unggah foto dan keterangan, maka laporan akan langsung diterima oleh pihak terkait,” Tambahnya
Tokoh masyarakat yang bertanya yakni pendangkalan Kanal Borong yang menyebabkan banjir di kawasan sekitar, serta kebutuhan peninggian jalan Swadaya Mas untuk mengantisipasi genangan air saat musim hujan.
“Kanal Borong perlu dibersihkan bukan hanya dari eceng gondok, tapi juga endapan lumpur yang sudah mencapai tiga hingga empat meter. Kami juga mohon agar jalan Swadaya Mas bisa ditinggikan minimal 50 sentimeter agar warga tidak terisolasi saat banjir,” Ucap warga
Menanggapi hal itu, Lurah Batua Taufik, S.A.P., mengatakan jika pembersihan kanal memang sudah dilakukan, namun baru sebatas pengangkatan eceng gondok, sehingga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk menangani endapan lumpur dan peninggian jalan.
“Kami akan terus memantau dan mengawal aspirasi warga ini. Koordinasi dengan instansi terkait akan kami intensifkan agar bisa segera terealisasi,” Ujar Lurah Batua
Hj. Haslinda juga menambahkan bahwa persoalan kanal dan drainase merupakan isu lintas kewenangan antara pemerintah kota dan provinsi, namun ia berkomitmen untuk menindaklanjutinya melalui dinas terkait.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pompengan. Masalah ini memang kompleks karena menyangkut wilayah kerja dua tingkat pemerintahan, tapi kami akan terus perjuangkan agar ada solusi nyata,” Bebernya
Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata komitmen Hj. Haslinda dalam membangun komunikasi yang terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat, serta memperjuangkan aspirasi warga di tingkat kebijakan provinsi untuk mewujudkan kesejahteraan yang merata di Sulawesi Selatan.Liputan : Mhi LiNa, SE