Postingan

Panitia Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 Audiensi ke Wali Kota Makassar

Jurnalinti24news




Makassar - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima audiensi Permabudhi Kota Makassar dan Panitia Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 di Kantor Wali Kota Makassar, Kamis (22/1). Audiensi membahas rencana penyelenggaraan Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 yang akan kembali digelar di Jalan Sulawesi sebagai rangkaian perayaan Imlek 2026 pada sabtu - minggu, 28 Februari - 1 Maret 2026. 

Wali Kota didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar Andi Patiware Bau Djemma dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin. Audiensi dihadiri Dr. Ir. Yonggris., M.M., Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan; Suzanna, S.E., M.Pd., Ketua Permabudhi Kota Makassar sekaligus Ketua Panitia; Sumarjo, S.Ag., M.M., Pembimas Buddha Sulsel; pimpinan majelis Buddha, serta perwakilan MNSBDI, Romo Oscar Niora dari MAGABUDHI, Surya Metal dari Yayasan Buddha Tzu Chi, dan Dimensi Entertainment.

Dr. Yonggris menjelaskan bahwa Jappa Jokka Cap Go Meh merupakan transformasi Pasar Malam Cap Go Meh yang telah berlangsung sejak tahun 2000 menjadi festival rakyat yang inklusif. “Jappa Jokka Cap Go Meh berasal dari bahasa Makassar, Bugis dan Tionghoa berarti jalan-jalan dalam suasana Cap Go Meh. Festival ini kami rancang sebagai ruang publik yang bisa dinikmati semua kalangan,” ujarnya.

Tahun 2026 menjadi momentum khusus karena Imlek bertepatan dengan Ramadan. Ketua Panitia Suzanna menyampaikan bahwa konsep kegiatan disesuaikan, dengan menghadirkan tabligh akbar bersama Ustadz Das’ad Latif, pasar murah, ngabuburit, lomba patrol Ramadan, dan buka puasa bersama, tanpa meninggalkan nilai budaya Cap Go Meh. Juga akan diadakan Hasamitra Heritage Run, lari tengah malam, pada minggu 1 Maret 2026, start jam 21.00 di Gerbang China Town jl. Hoo Eng Jie (dahulu jl. jampea). 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Makassar menyatakan dukungan penuh dan menegaskan bahwa Jappa Jokka Cap Go Meh 2026 telah masuk dalam kalender event tahunan Kota Makassar. “Segera kita lakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

Festival ini diharapkan kembali menjadi simbol harmoni, kebersamaan, dan keberagaman, sekaligus memperkuat Makassar sebagai kota multikultural.



Mhi LiNa, SE