Kota Makassar kembali menunjukkan wajahnya sebagai kota multikultural yang harmonis melalui penyelenggaraan Semarak Festival Cap Go Meh 2026. Berpusat di kawasan Pecinan, Jalan Sulawesi, perayaan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan suasana awal bulan suci Ramadan 1447 H.
Acara yang dibuka secara resmi oleh Pemerintah Kota Makassar ini mengusung tema harmoni lintas budaya dan toleransi. Ribuan warga dari berbagai latar belakang memadati Jalan Sulawesi sejak sore hingga malam hari untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya yang spektakuler.
Rangkaian Acara Utama:
Kirab Budaya & Arak-arakan: Parade budaya yang menampilkan arak-arakan dewa (Kio), atraksi Tang Tsing, dan Tu'a-Tu'a Tanah Minahasa yang tampil berdampingan dalam satu ruang perayaan.
Atraksi Barongsai: Penampilan ikonik Barongsai Tonggak, Barongsai Tradisional, dan Liong yang menyita perhatian pengunjung di sepanjang Jalan Sulawesi.
Pemberdayaan UMKM: Sebanyak 150 pelaku UMKM turut memeriahkan festival dengan menjajakan berbagai kuliner halal dan produk lokal, sekaligus mendorong perputaran ekonomi kreatif di Makassar.
Harmoni Ramadan: Mengingat pelaksanaannya di bulan Ramadan, panitia juga menghadirkan parade tambur dan bedug sebagai simbol akulturasi serta penyediaan area khusus untuk berbuka puasa bagi pengunjung muslim.
Dalam sambutannya, WaliKota Makassar Munafri Arifuddin menekankan bahwa,"Festival Cap Go Meh bukan sekadar ritual tahunan warga Tionghoa, melainkan momentum untuk mempererat solidaritas dan menjaga moderasi beragama di Kota Daeng, " Tuturnya
Penyelenggaraan acara ini didukung penuh oleh WALUBI Sulawesi Selatan yang memastikan konsep perayaan tahun ini mengedepankan "Imlek Nusantara" yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat
Mhi LiNa, SE