Makassar, 19 Juni 2026– Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar berkomitmen penuh dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tingkat akar rumput. Langkah nyata ini diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang diselenggarakan di Sentra Wirajaya Makassar.
Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Jumat, 19 Juni 2026 hingga Minggu, 21 Juni 2026. Pelatihan ini diikuti oleh puluhan anggota PSM wilayah kerja BBPPKS Makassar.
Ketua Diklat Non ASN BBPPKS Makassar Mulyadi dalam laporannya mengatakan bahwa," Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) merupakan pilar sosial yang berhadapan langsung dengan dinamika permasalahan di lapangan. Untuk memastikan penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) berjalan cepat dan tepat, diperlukan peningkatan kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan yang berkelanjutan bagi para anggota PSM. Oleh karena itu, BBPPKS Makassar menginisiasi pelatihan ini sebagai bentuk penguatan kapasitas nyata, "Tuturnya
Di saat yang sama Kepala BBPPKS Makassar, Wiwit Widiansyah, membuka langsung acara tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, Wiwit menekankan pentingnya peran PSM sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam menangani berbagai pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).
"Pekerja Sosial Masyarakat adalah mitra strategis pemerintah. Melalui pelatihan ini, kita ingin meningkatkan kompetensi, responsivitas, dan profesionalisme para anggota PSM. Tantangan sosial di lapangan terus berkembang, sehingga kapasitas pilar-pilar sosial kita juga harus terus diperkuat," Ujar Wiwit Widiansyah saat memberikan arahan.
Selama tiga hari ke depan, para peserta akan dibekali dengan berbagai materi esensial. Materi tersebut meliputi teknik asesmen masalah sosial, manajemen pendampingan masyarakat, komunikasi persuasif, hingga pemanfaatan sistem data kesejahteraan sosial yang terintegrasi.
Melalui pelatihan intensif ini, BBPPKS Makassar berharap alumni pelatihan dapat menjadi agen perubahan yang lebih adaptif. Mereka diharapkan mampu mempercepat penanganan masalah kemiskinan, keterlantaran, disabilitas, dan kedaruratan sosial lainnya di wilayah masing-masing.
Penulis : Mhi LiNa, SE