Makassar, 6 Juni 2026 — Umat Buddha di Kota Makassar menyambut kehadiran tempat ibadah baru dengan diresmikannya Cetiya Zen Angkong yang terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Makassar, pada Sabtu (6/6/2026). Peresmian ini menandai babak baru bagi pembinaan spiritual sekaligus memperkokoh nilai-nilai keberagaman di Sulawesi Selatan.
Acara peresmian dihadiri oleh jajaran perwakilan pemerintah daerah Irwan Bangsawan, Ketua Walubi Hendry Sumitomo, Polsek Bontoala, Bhabinkamtibmas, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Sumarjo, S.Ag, tokoh agama, pengurus organisasi Buddhis, serta ratusan umat yang memadati lokasi dengan tetap menjaga ketertiban.
Prosesi peresmian diawali dengan ritual doa bersama untuk keselamatan bangsa, diikuti dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti sebagai simbol resmi dibukanya Cetiya Zen Angkong untuk umum.
Dalam sambutannya, perwakilan pengurus Cetiya Zen Angkong menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya pembangunan rumah ibadah ini. Pihak pengurus menegaskan bahwa Cetiya Zen Angkong tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual puja bakti, melainkan juga sebagai pusat pendidikan moral, meditasi, dan kegiatan sosial kemanusiaan yang terbuka bagi masyarakat.
"Kami berharap Cetiya Zen Angkong di Jalan Diponegoro ini bisa menjadi wadah untuk memperdalam batin yang tenang, menumbuhkan kebijaksanaan, serta menjadi jembatan silaturahmi yang kuat, baik sesama umat Buddha maupun dengan saudara-saudara dari berbagai latar belakang agama lain di Makassar," Ujar ketua panitia.
Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Agama memberikan apresiasi tinggi atas berdirinya cetiya ini. Pemerintah berharap kehadiran rumah ibadah baru di kawasan strategis Makassar ini dapat berkontribusi positif dalam merawat kerukunan, mendukung program moderasi beragama, serta memperkaya lanskap toleransi yang selama ini sudah berjalan sangat baik di Kota Makassar.
Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama seluruh tamu undangan. Dengan diresmikannya Cetiya Zen Angkong, umat Buddha di sekitar Jalan Pangeran Diponegoro kini memiliki akses yang lebih dekat dan representatif untuk melaksanakan ibadah rutin serta kegiatan keagamaan lainnya.
Mhi LiNa, SE