Postingan

Waisak Berbagi, Bimas Buddha Sulsel Dampingi Penyaluran 100 Paket Sembako untuk Lansia dan Yatim Piatu Buddhis

Jurnalinti24news




Makassar – Dalam semangat perayaan Hari Raya Waisak, Bimbingan Masyarakat Buddha Sulawesi Selatan turut membersamai kegiatan bakti sosial bertajuk “Waisak Berbagi” yang diselenggarakan oleh Karuna Mitta Wijaya bekerja sama dengan Vihara Sasanadipa, Magabudhi, Wandani, dan Patria Sulawesi Selatan pada hari Minggu, 14 Juni 2026.

Kegiatan sosial tersebut diwujudkan melalui pembagian 100 paket sembako kepada para lanjut usia (lansia) dan yatim piatu umat Buddha yang berada di wilayah Kota Makassar. Aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial umat Buddha sekaligus implementasi nilai-nilai luhur Waisak yang menekankan cinta kasih, kepedulian, dan kebersamaan. 

Bimas Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai organisasi kemasyarakatan Buddha yang terus berkomitmen menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Momentum Waisak tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat berbagi kepada sesama. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.

Perwakilan dari DPD Magabudhi Sulawesi Selatan menyatakan bahwa kegiatan Waisak Berbagi merupakan wujud pengamalan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebahagiaan sejati tidak hanya diperoleh dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan untuk berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat dana atau kemurahan hati sebagai salah satu praktik kebajikan yang diajarkan Buddha. Semoga bantuan yang diberikan dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi para penerima,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Wandani Sulawesi Selatan, Ibu Merry menegaskan bahwa kepedulian terhadap lansia dan anak-anak yatim piatu merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang harus terus dipupuk oleh seluruh elemen masyarakat.

“Waisak mengajarkan kita untuk mengembangkan cinta kasih tanpa batas. Karena itu, kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Patria Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa keterlibatan generasi muda Buddhis dalam kegiatan sosial menjadi sarana pembelajaran untuk menumbuhkan empati dan jiwa pelayanan kepada masyarakat.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan Waisak Berbagi, kami ingin mengajak pemuda Buddhis untuk terlibat langsung dalam aksi sosial dan menjadi pelopor dalam menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan Waisak Berbagi juga sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan kerukunan umat beragama dan cinta kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui aksi nyata yang menempatkan kemanusiaan sebagai landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Bimas Buddha Sulawesi Selatan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat serta semakin memperkokoh nilai-nilai kasih sayang dan gotong royong di tengah kehidupan sosial.

Mhi LiNa, SE