Postingan

*Spiritual Awakening dan Cenayang Untuk Masa Depan Yang Lebih Kompleks*

Jurnalinti24news

 





Jacob Ereste :



Lama sekali hasrat untuk membaca buku "Spiritual Awakening" yang ditulis Mark Thurston yang mengungkap Ramalan Edgar Cayce (Cenayang Terbesar Zaman Modern) Tentang Kebangkitan Spiritual Abad 21. Penundaan untuk membaca buku yang ditulis oleh bangsa asing ini -- khususnya Barat -- sangat disadari sebagai upaya untuk tidak ikut  terpengaruh oleh pemikiran Barat tentang spiritual yang dijelajahi sebatas ilmu pengetahuan semata, tidak sampai pada praktek dan laku spiritual yang hidup dan mengakar dalam tradisi dan budaya bangsa Timur, tidak seperti di Barat.


Karena Spiritual Awakening sendiri hanya bisa dipahami membangun untuk kesadaran batin, bukan untuk lebih mensucikan diri dengan melakukan ritual tertentu untuk memasuki kesadaran batin bahwa diri kita yang sesungguhnya tidak cuma tubuh atau  jasad semata dan pikiran, tapi ada frekuensi batin yang terpusat di hati untuk membaca, melihat (menerawang) hal-hal yang tidak tertulis dan serta segala sesuatu yang tidak tampak, tapi membias jelas di dalam hati. Oleh sebab itu, dalam pengertian masyarakat awam yang lugu menyebutnya bisikan batin yang menerangkan sesuatu yang tidak terbaca dan tidak  tampak kasat mata.


Memang dalam buku Spiritual Awakening yang ditulis Mark Thurston tentang pemikiran Edgar Cayce (18 Maret 1877 - 3 Januari 1945) memang mengungkap tentang ramalan yang melampaui fakta tentang apa saja yang diramalkan Edgar Cayce dapat diinterpretasikan pada berbagai level , bahwa di atas semuanya itu mampu menentukan sejarah yang akan terjadi pada masa depan. Inilah kesaksian G. Scott Sparrow, penulis Sacred Encounters with Jesus dan Sacred Encounters Mary. 


Lain lagi pendapat Wendell Charles Beane, profesor emeritus sejarah agama dan penulis The Truth within You, yang berpendapat bahwa manusia bukanlah agen pasif dihadapan perubahan bumi dan peperangan maupun teori besar. Ia justru menantang   semua manusia menggunakan kapasitas yang telah diberikan Tuhan untuk mengembangkan jiwa, merekonsiliasi kan diri dengan kekuatan batin, alam semesta dan menerapkan prinsip kerendahatian, keberanian dalam spiritualitas untuk masa depan. 


Yang menarik pendapat Henry Reed, pengajar psikologi tranpersonal dan kajian intuitif di Atlantic University dan penulis The Intuitive Henry, bahwa ramalan adalah upaya untuk memampukan manusia menciptakan hubungan dengan masa depan bersama berbagai kemungkinan yang mungkin dapat dilakukan.


Tatanan dunia baru abad 21 menurut Edgar Cayce harus siap menghadapi perubahan besar yang sangat mendasar. Perubahan yang ajan terjadi sebagai kelanjutan dari perubahan sebelumnya, yaitu transformasi radikal  terhadap cara hidup manusia. 


Inilah yang menjadi asumsi dasar dari penerawangan nubuat dimensi sosial dan politik untuk dunia modern. Sebab pada abad pertama milenium baru ini akan ditandai oleh cara hidup yang sepenuhnya baru, sebuah perubahan yang lebih drastis dari perubahan yang pernah terjadi pada 500 tahun silam, tatkala abad pertengahan berakhir dan mulai jaman Renaisans. 


Pada zaman inilah istilah yang tepat disebut Edgar Cayce new root race sebagai kesadaran yang sangat besar berpengaruh pada tatanan politik, ekonomi, sosial dan sains dalam masyarakat. Jadi, tatanan manusia baru yang disebut Edgar Cayce dengan istilah "ras akar baru" atau new root race pada abad 21 memposisikan manusia berada pada ambang permulaan baru yang dramatis -- hingga menggedor kesadaran baru terkait dengan pemahaman hidup dan kehidupan material versus kehidupan non-material, yaitu spiritual. 


Perubahan revolusioner yang dapat diharapkan menerima secara universal tentang fakta dalam hidup setelah mati, karena adanya keimanan dari ajaran dan tuntunan agama yang mendorong setiap orang percaya kepada Tuhan.mendorong setiap orang percaya kepada Tuhan. Oleh karena itu, intuisi dan kemampuan batin di milenium sekarang ini, kualitas dari "ras akar baru" -- new riot race -- sebagai pertanda dari  kepekaan batin, menumbuhkan extra sensory percepatan. Jadi, persepsi yang melampaui indra akan berjalan bersama milenium baru, karena setiap orang yang telah  dianugerahi kemampuan cenayang telah dipublikasikan secara meluas.


Begitulah untuk setiap manusia yang telah memiliki kemampuan cenayang -- kemampuan melihat dengan mata batin dan mendengar dari bisikan hati -- mampu untuk  memproyeksikan masa depan dan dapat segera mempersiapkan diri untuk memasuki masa depan yang lebih baru, lebih maju dan lebih kompleks dan rumit, namun toh tetap harus dihadapi, karena memang tidak mungkin untuk dihindari. 



Tangerang, 18 Juli 2026