Postingan

Wujudkan Makassar Tangguh Bencana, Pemkot Kukuhkan Relawan Kencana-Kaltana dan Gandeng 23 Perguruan Tinggi

Jurnalinti24news



Makassar, 14 Juli 2026 – Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah strategis berskala besar untuk memperkuat sistem pertahanan wilayah dalam menghadapi potensi bencana. Komitmen ini diwujudkan melalui perhelatan akbar Apel Kesiapsiagaan terhadap Bencana Kota Makassar Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan secara monumental di Anjungan MNEK, Kawasan Pantai Losari, Makassar, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Dalam rangkaian apel kesiapsiagaan tersebut, Wali Kota Makassar memimpin langsung pengukuhan struktur kesiapsiagaan berbasis masyarakat di 15 kecamatan (Kencana: Kecamatan Tanggap Bencana) dan kelurahan (Kaltana: Kelurahan Tanggap Bencana) di seluruh wilayah Kota Makassar. Pengukuhan ini melahirkan dua lapis pertahanan tangguh yang melibatkan sebanyak 2.520 personil dan relawan gabungan Kencana serta Kaltana. 

Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan penanganan dini yang taktis di tingkat akar rumput. Tidak hanya memperkuat barisan di tingkat kewilayahan, Pemkot Makassar dan BPBD juga memperluas ekosistem mitigasi bencana ke sektor akademis. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis antara BPBD Kota Makassar dengan 23 Perguruan Tinggi terkemuka di Kota Makassar.

Melalui kolaborasi masif ini, pemerintah menargetkan pembentukan sedikitnya 1.000 mahasiswa siaga bencana dari setiap kampus. Target kumulatif program ini dirancang untuk mencetak sekitar 23.000 "Mahasiswa Tangguh Bencana" yang dibekali kompetensi dasar kebencanaan, pengetahuan mitigasi, keterampilan pertolongan pertama, serta jiwa kemanusiaan yang tinggi.

Wali Kota Makassar menegaskan bahwa, "kesiapsiagaan tidak boleh lagi dipandang sebagai instruksi berkala, melainkan harus ditumbuhkan sebagai bagian dari budaya hidup masyarakat sehari-hari. Kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemuda, masyarakat, dan akademisi dinilai menjadi fondasi utama dalam melahirkan kota yang aman, tangguh, adaptif, dan berkelanjutan menghadapi ancaman perubahan iklim, " Ujar Munafri

Senada dengan hal itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyampaikan bahwa," Ketangguhan sebuah kota tidak melulu dinilai dari kokohnya pembangunan infrastruktur fisik, teknologi, ataupun jumlah alat berat yang dimiliki. Investasi terbesar pertahanan daerah sesungguhnya terletak pada kesiapan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap bertindak cepat meminimalkan risiko saat bencana datang. Mahasiswa yang terlibat nantinya akan terjun langsung di lapangan untuk mempraktikkan teori mitigasi terintegrasi dengan kurikulum masing-masing kampus, " Tutur Kalaksa dengan ramah.

Acara diakhiri dengan simulasi tanggap darurat dan peragaan taktis penanganan bencana oleh personel BPBD bersama para relawan yang baru dikukuhkan, sebagai cerminan kesiapan penuh Kota Makassar menghadapi segala kondisi darurat ke depan.

Penulis ; Mhi LiNa