Acara yang berlangsung di Hotel Royal Bay Makassar pada Rabu (15/04) ini, dihadiri oleh Kadinsos Kota Makassar H. Andi Bukti Djufrie, SP., M.Si, puluhan peserta yang terdiri dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta pilar-pilar sosial lainnya. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi teknis dan profesionalitas para petugas lapangan dalam mengidentifikasi, melakukan asesmen, hingga memberikan pendampingan berkelanjutan.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar H. Andi Bukti Djufrie, SP., M.Si dalam sambutannya menekankan bahwa penanganan PPKS kini menuntut pendekatan yang lebih humanis dan berbasis data terintegrasi.
Profesionalisme Layanan: Peserta dibekali teknik penanganan kasus yang lebih sistematis agar pelayanan kepada masyarakat miskin, terlantar, maupun penyandang disabilitas dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Pemutakhiran Data: Selaras dengan program strategis 2026, Bimtek ini juga menekankan pentingnya akurasi data dalam sistem informasi kesejahteraan sosial agar program bantuan sosial tepat sasaran.
Penguatan Jejaring: Memperkuat sinergi antara potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) perorangan dengan pemerintah kabupaten/kota dalam merespons dinamika sosial di lapangan.
Inovasi Layanan Sosial 2026; Kegiatan ini selaras dengan visi Kota Makassar dalam mewujudkan pembangunan inklusif, di mana pelayanan kesejahteraan sosial menjadi salah satu prioritas utama dalam perencanaan anggaran tahun 2026. Melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan setiap individu PPKS mendapatkan hak-hak dasarnya secara memadai, baik secara jasmani maupun rohani.
"Petugas di lapangan adalah ujung tombak pemerintah. Dengan layanan yang profesional, kita memastikan bahwa kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan," Ujar Kepala Dinas Sosial H.Andi Bukti Djufrie, SP., M.Si saat membuka acara.
Adapun Pemateri pertama Muhammad Zuhur Dg. Ranca, S.STP. mengatakan bahwa, "Kegiatan Bimtek ini bukan sekadar rutinitas administratif. Namun Ini adalah investasi kapasitas bagi Bapak/Ibu sebagai garda terdepan. Mengapa ini penting? Karena profesionalisme adalah kunci. Kita tidak ingin mendengar lagi ada aduan masyarakat yang tidak direspon atau penanganan yang lambat karena ketidak pahaman teknis, "Tutur Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Kota Makassar
Dan Pemateri yang kedua yakni Rd. Zaky Miftahul Fasa, S.ST., S.Pd., M.Pd., M.Tr.Sos menekankan bahwa", Keberhasilan seorang praktisi sosial bukan diukur dari seberapa banyak bantuan yang dibagikan, melainkan seberapa mandiri klien tersebut setelah mendapatkan pendampingan dan profesionalisme layanan sosial di Makassar harus naik kelas melalui sertifikasi kompetensi dan pemanfaatan data yang akurat, sehingga setiap aduan warga direspon dengan standar yang terukur." Ungkapnya
Dengan selesainya bimtek ini, para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan standar operasional prosedur (SOP) terbaru dalam penanganan masalah sosial dan mempercepat proses rujukan layanan bagi PPKS di wilayah kerja masing-masing.
Mhi LiNa, SE