Postingan

TANGKAP DAN ADILI AKTOR PELAKU YANG BERUPAYA MEMPOSISIKAN DIRI SEBAGAI KORBAN PENGANIAYAAN

Jurnalinti24news




Makassar - Mengangkat peristiwa yang baru-baru ini viral di Sesamata Outdoor terkait dugaan pengeroyokan terhadap saudara Alfian oleh terduga pelaku saudara Farul Fajri.

Berdasarkan laporan yang terdaftar di Polrestabes Makassar dengan Nomor: LP/B/1119/V/2026/SPKT/POLRESTABES MAKASSAR/POLDA SULAWESI SELATAN,

dijelaskan bahwa awal mula kejadian berawal dari permasalahan Direct Message (DM) di Instagram. Korban dan terlapor sebelumnya tidak saling mengenal. Namun, karena adanya permasalahan tersebut, terlapor kemudian menghubungi korban melalui WhatsApp untuk membicarakan persoalan yang terjadi.

Selanjutnya, korban dan terlapor bertemu di Cirkel, Jalan Faisal, Makassar, untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik. Akan tetapi, pertemuan itu tidak menghasilkan penyelesaian, sehingga keduanya kemudian menuju rumah kost teman korban di Jalan Pelita 4, yang menjadi lokasi kejadian.

Dalam keterangan pelapor disebutkan bahwa saat korban sedang berbicara dan telah meminta maaf, terlapor diduga melakukan penganiayaan dengan cara memukul bagian samping leher korban sebanyak dua kali hingga korban mengalami rasa sakit.

Namun, berdasarkan keterangan pihak keluarga saat mendatangi TKP, sejumlah warga sekitar menyebut bahwa saudara Farul Fajri juga sempat mendapat tindakan kekerasan dari sekelompok orang yang tidak dikenal sebelum akhirnya warga melerai kedua belah pihak.

Dari rangkaian peristiwa tersebut, sangat disayangkan apabila penanganan kasus ini tidak ditelusuri secara menyeluruh dan mendalam. Terlebih, video yang beredar di media sosial dinilai hanya menampilkan sebagian kejadian tanpa memperlihatkan keseluruhan kronologi yang sebenarnya.

Dalam peristiwa ini, kedua belah pihak disebut sama-sama mengalami tindakan kekerasan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengusutan secara objektif dan transparan guna mengetahui siapa pihak yang pertama kali melakukan tindakan pemukulan hingga memicu terjadinya keributan tersebut.

Masyarakat berharap Kapolrestabes Makassar beserta jajarannya dapat segera mengambil langkah tegas dan profesional untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk memeriksa seluruh pihak yang terlibat berdasarkan fakta dan keterangan saksi di lapangan.

Penegakan hukum harus dilakukan secara adil agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan ataupun diframing oleh opini yang berkembang di media sosial. (*)