Makassar, 25 Juni 2026 – Sebuah kisah tentang ketegaran sebuah keluarga pasca-perceraian datang dari Kota Makassar. Dua anak laki-laki yang dahulu ditinggalkan saat masih balita, kini telah tumbuh menjadi remaja mandiri dan bekerja. Mereka berhasil membangun masa depan bersama sang ayah setelah belasan tahun hidup tanpa figur seorang ibu kandungnya bernama Betris.
Kilas balik kehidupan masa lalu, perceraian pasangan ini dipicu oleh konflik rumah tangga yang berkepanjangan. Betris dinilai memiliki tabiat buruk, bertingkah laku keras, serta tidak menghargai suaminya akibat tuntutan gaya hidup yang ingin serba mewah.
Ketidakharmonisan ini juga meluas ke keluarga pihak suami, bahkan sempat terjadi insiden fisik di mana Betris mendorong ibu mertuanya hingga mengalami cedera lutut. Akibat akumulasi konflik dan tindakan tersebut, sang suami mengambil keputusan tegas untuk menceraikannya belasan tahun yang lalu.
Pasca-perceraian, kehidupan Betris tidak lagi diketahui keberadaannya. Ia juga diketahui sama sekali tidak pernah menggubris, mencari, ataupun memberikan perhatian kepada kedua anak kandungnya tersebut.
Meski tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu sejak kecil, kedua anak laki-laki tersebut kini telah beranjak remaja di bawah asuhan sang ayah.
Kehidupan mereka saat ini jauh lebih stabil, di mana kedua remaja tersebut telah memiliki pekerjaan dan mandiri secara finansial sambil tetap hidup bersama ayah mereka.
Kisah ini menjadi sebuah contoh nyata tentang perjuangan seorang ayah tunggal yang sukses membesarkan anak-anaknya di tengah badai masa lalu.
Penulis ; Mhi LiNa, SE